Mungkin kadang kita melihat sekeliling, hidup ini sebenarnya sangat kejam. Dimana keadilan dan kenyamanan tidak pernah bersatu, dimana kebijakan dengan logika tidak pernah bertemu. Entah aku tidak pernah habis pikir dengan jalan pemikiran mereka. Orang menggunakan kekuasaan hanya demi gengsi semata, bukan demi tanggungjawab yang sudah selayaknya mereka kerjakan.
Mungkin mereka bijak, namun aku tidak bisa melihatnya sama sekali. bagaikan burung hantu yang buta di tengah malam. Mungkin mereka berlebihan, namun tidak ada yang mengaku. Sebenarnya apa tujuan mereka? Mereka yang mengambil semua keputusan dengan cepat, lebih cepat dari pada membalikkan telapak tangan. Tanpa memikirkan resiko, dan pandangan orang-orang terhadap mereka.
Mereka ingin "dilihat". Mereka ingin membuat sesuatu yang wow dengan kedudukan mereka sekarang. Mereka yang tidak pernah memikirkan jalan panjangnya, dan dampak dari kebijakan-kebijakan yang mereka buat. Mereka memalukan dimataku.
Mungkin aku harus menunggu beberapa dekade lagi, untuk melihat seberapa berhasilkah mereka. Seberapa berhasilkah mereka dalam menggunakan cara seperti ini. Mungkin saat itu, perasaan ini masih membara. Masih membara sama seperti saat ini aku yang sedang mengutarakannya. Mungkin ini abstrak, namun aku ingin membuat perubahan dengan ke-abstrak-an ku.
Rabu, 24 Oktober 2012
Dove, Dove, and Dove.
Aku tak pernah mengukur kedalaman samudra
Aku tak pernah mengukur ketinggian langit
Aku tak pernah mengukur luas angkasa
Aku tak pernah mengukur keindahan pelangi
Aku tak pernah mengukur kesetiaan merpati
Aku hanya yakin bahwa ukuran mereka sama dengan ukuran cinta ini.
Aku tak pernah mengukur ketinggian langit
Aku tak pernah mengukur luas angkasa
Aku tak pernah mengukur keindahan pelangi
Aku tak pernah mengukur kesetiaan merpati
Aku hanya yakin bahwa ukuran mereka sama dengan ukuran cinta ini.
Dove's Wings
Sayapku mungkin tak selebar kamu
Juga tidak lebih panjang
Aku ingin bisa terbang tinggi sama sepertimu
Namun apa daya, aku terbatas
Aku hanya bisa menunggu, menunggu
sampai kau kembali dan kita akan terbang bersama
Terbang sampai aku mabuk angin dalam dekapan
Juga tidak lebih panjang
Aku ingin bisa terbang tinggi sama sepertimu
Namun apa daya, aku terbatas
Aku hanya bisa menunggu, menunggu
sampai kau kembali dan kita akan terbang bersama
Terbang sampai aku mabuk angin dalam dekapan
Selasa, 02 Oktober 2012
Dreams for Dove
Aku hujan, namun tak meneteskan air
Aku awan, namun tak menghembuskan angin
Aku mentari, namun tak memancarkan sinar
Aku bintang, namun tak berkerlip
Aku ingin memiliki segalanya, namun segalanya tidak ingin aku miliki
Aku hanya hidup dengan warna-warnaku
Entah merah, jingga, kuning, atau hijau
Atau mungkin biru, nila, atau ungu
Entah apapun itu
Aku memiliki selangit mimpi yang penuh warna
Warna adalah harapan bagi mereka yang takut bermimpi
Apakah kau sudah mempunyai cukup warna untuk bermimpi?
Aku awan, namun tak menghembuskan angin
Aku mentari, namun tak memancarkan sinar
Aku bintang, namun tak berkerlip
Aku ingin memiliki segalanya, namun segalanya tidak ingin aku miliki
Aku hanya hidup dengan warna-warnaku
Entah merah, jingga, kuning, atau hijau
Atau mungkin biru, nila, atau ungu
Entah apapun itu
Aku memiliki selangit mimpi yang penuh warna
Warna adalah harapan bagi mereka yang takut bermimpi
Apakah kau sudah mempunyai cukup warna untuk bermimpi?
That Dove
Melayang ingin di peluk,
Terbang ingin di cinta,
Hangat dan tenang beradu
Berbaur dengan memori
Terbang ingin di cinta,
Hangat dan tenang beradu
Berbaur dengan memori
Jumat, 28 September 2012
I do, Dove
Aku cukup mengerti bagaimana rasanya menunggu.
Menunggu sesuatu yang tak pasti dari seorang yang pasti.
Namun, harus berapa lama aku menunggu?
Terkadang aku mulai menyerah, namun mimpi menghadirkan mu
Dalam mimpiku, kau menyuruh aku untuk menunggu.
Tapi setelah aku bangun, aku tak ada melihat tanda-tanda itu
Kau terlalu banyak memberiku tanda,
Tanda tak beralasan dan tak tahu ujungnya dimana.
Ingin rasanya aku menjadi dokter bedah,
Yang bisa membedah hatimu dan mengorek-ngorek isinya.
Atau menjadi psikiater,
Yang bisa melihat jalan pikiranmu.
Ah lupakan itu semua.
Disini aku hanya menjalankan tugasku,
Tugas menunggumu
Menunggu sesuatu yang tak pasti dari seorang yang pasti.
Namun, harus berapa lama aku menunggu?
Terkadang aku mulai menyerah, namun mimpi menghadirkan mu
Dalam mimpiku, kau menyuruh aku untuk menunggu.
Tapi setelah aku bangun, aku tak ada melihat tanda-tanda itu
Kau terlalu banyak memberiku tanda,
Tanda tak beralasan dan tak tahu ujungnya dimana.
Ingin rasanya aku menjadi dokter bedah,
Yang bisa membedah hatimu dan mengorek-ngorek isinya.
Atau menjadi psikiater,
Yang bisa melihat jalan pikiranmu.
Ah lupakan itu semua.
Disini aku hanya menjalankan tugasku,
Tugas menunggumu
Jumat, 07 September 2012
Dove's Dream
Bunga punya nektar..
Daun punya klorofil..
Matahari punya sinar..
Pelangi punya warna..
Lebah punya sengat..
Buku punya cerita..
Kamera punya lensa..
Lagu punya makna..
Aku? Aku hanya punya selangit mimpi.
Daun punya klorofil..
Matahari punya sinar..
Pelangi punya warna..
Lebah punya sengat..
Buku punya cerita..
Kamera punya lensa..
Lagu punya makna..
Aku? Aku hanya punya selangit mimpi.
Langganan:
Postingan (Atom)